Akhirnya, milanisti dapat membalaskan dendam mereka dua tahun yang lalu atas liverpool. Meskipun tim yang gua jagoin kalah (liverpool), overall, gw cukup puas nonton nya semalam, rame lagi. Puas gw teriak-teriak bareng yang lain. Pan ada acara nonton bareng di SC STT Telkom, big screen lagi (thanks to students crew yang telah menyiapkan acara yang rame ini).
Dari awal pertandingan, liverpool yang sebenarnya sudah menyiapkan taktik bertahan, dengan memakai 5 pemain tengah dan hanya satu striker (kuyt) didepan, cukup kaget dengan keadaan bahwa mereka dapat memegang kendali permainan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun sayang sekali, mungkin karena hanya seorang saja striker yang berada disana (dan notabennya pun kuyt sering bermain didaerah sayap.) tidak satupun gol yang berhasil diciptakan. Dan pada malam hari itu dida juga bermain sangat cemerlang.
Di penghujung babak pertama akhirnya petaka muncul bagi liverpool. Diawali pelanggaran yang terjadi didepan kotak penalti. Tendangan bebas andrea pirlo di teruskan oleh Inzaghi, sehingga bola berbelok diluar jangkauan kiper reina dan GOLLLL ….
Di babak kedua tidak banyak terjadi perubahan, liverpool tetap menguasai pertandingan dengan beberapa peluang berbahaya, namun tak satu pun gol yang tercipta. Malah milan berhasil menggandakan keunggulannya dimenit 82, masih dengan Filippo Inzaghi. Di penghabisan waktu, liverpool akhirnya bisa membuat gol hiburan yang diciptakan oleh kuyt, menyambut umpan dari sepak pojok.
Namun, dibalik kemenangan milan yang cukup tragis ini, Di mana pada saat semifinal yang lalu 3 team inggris menempatkan wakilnya, dan hanya satu tim dari negri lain (italiano milan), Ada satu pertanyaan besar bagi diriku bagi kedua finalis liga champion ini (Nggak peduli siapa yang menjadi juara).
ARE The Winner of champion league really the REAL CHAMP ??? (Nothing for both of them). you can answer by yourself.








No Comment Received
Leave A Reply